Bukti adanya jual beli proyek jalan di Kabupaten Bogor tahun anggaran 2014 kembali ditemukan.

Salah satunya proyek Jalan Desa Pasarean, Kecamatan Pamijahan (Alternatif Kawakilan II - Kp Lebaksari) jual besi baja yang dimenangkan CV Graha Cipta dengan harga penawaran Rp1.654.451.000.

Namun proyek ini diduga dijual lagi oleh Isk sang pemilik CV Graha Cipta ke pihak kedua dengan kontraktor berinisial Jb. Tapi oleh Jb jual besi beton disubkan lagi ke pengusaha berinisial jual besi beton Ais Gd.

Menurut sumber Sindonews.com, akibat jual beli atau pemindah tanganan proyek tersebut kualitas pembangunan jadi tak maksimal jual besi beton dan pengerjaannya tidak tepat waktu.

"Selain itu banyak barang barang dan pekerjaan masyarakat yang tidak dibayar berjumlah Rp100 juta lebih, " kata sumber ini, Selasa (3/2/2015).

Sebelumnya proyek pembangunan Jalan Sentul - Bojong Gede - Parung Seksi III yang dimenangkan oleh PT Fanitha senilai Rp5.329.800.000 juga diduga disub jual besi beton bjku atau dipindah tangankan lagi ke pihak jual besi beton cakra steel cs kedua dengan kontraktor berinisial BMS. Tapi oleh BMS disubkan lagi ke pengusaha berinisial TH.

Selain itu proyek pembangunan Jalan Sentul - Bojong Gede - Parung Seksi II (Ruas Jalan Kandang Roda - Pakansari) / Lingkar Gor Tahap III yang dimenangkan oleh PT Brahmakerta Adiwira dengan nilai Rp10.212.000.000 juga diduga disubkan lagi ke CV Sinthawati.

Menurut sumber tersebut jual beli proyek tersebut kuat dugaan jual besi beton delcoprima diketahui oleh Kabid Bangreh Dinas Bina Marga Pengairan Kabupaten Bogor Asep Ruhiyat dan Kepala Dinas Binamarga dan Pengairan E Wardani.

" Ya kedua pejabat tersebut yang paling bertanggung jawab dengan adanya dugaan jual beli proyek ini. Karena Asep Ruhiyat adalah sebagai kuasa penguna anggaran (KPA) dalam proyek pembangunan jalan. Sementara Wardani adalah atasan langsung Asep, " timpal dia.

Namun menurut pria bertubuh kurus ini, jual besi beton gunung garuda pihaknya pesimistis kalau kasusnya jual besi beton interworld steel is ditangani Polda Jawa Barat. Karena bisa ditebak kemana arahnya.

"Kalau mau dibongkar habis praktik jual beli proyek ini harus ditangani langsung oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)," tandas dia.

Berdasarkan penelusuran Sindonews.com nama kedua pejabat teras di Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Bogor ini sudah tidak asing bagi penyidik KPK.

Nama Asep jual besi beton jcac Ruhiyat sudah dikantongi tim Aset Tracing KPK saat, tim ini menyidik jual besi beton krakatau steel harta benda milik mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY) dalam kasus dugaan alih fungsi lahan di Kabupaten Bogor.

Asep juga jual besi beton ksty disebut sebut kenal dengan sejumlah petinggi kepolisian di Mabes Polri karena kerap jual besi beton master steel ms bermain golf bersama. jual besi beton PAS Pria bertubuh besar ini juga terlihat sering bersama dengan sejumlah wartawan di Kabupaten Bogor.

Sedangkan E Wardani sudah pernah diperiksa di kantor KPK di Kuningan terkait kasus jual besi beton perwira dugaan pemerasan atau gratifikasi RY terhadap sejumlah Kadis di Kabupaten Bogor.

Di mana jual besi beton psi diduga dinas yang dipimpin E Wardani merupakan salah satu dinas basah yang kerap memberikan sejumlah dana bagi RY.

Sementara Kepala Dinas Binamarga dan Pengairan jual besi beton sii Kabupaten Bogor E Wardani, kepada Sindonews. jual besi beton sni polos ulir com mengakui adanya dugaan jual beli proyek ini merupakan pekerjaan rumah bagi dirinya untuk diselesaikan.

"Ya memang saya pernah mendengarnya adanya dugaan jual beli proyek tapi secara administrasi hal tersebut sulit untuk dibuktikan, " kata Wardani, Selasa (3/2/2015).

E Wardani juga menuding lemahnya pengawasan sejumlah UPT terhadap beberapa proyek sehingga diduga diperjualbelikan.

Sebelumnya KPK lewat Kabag Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha telah memberikan sinyal kepada warga atau masyarakat Kabupaten Bogor agar segera melaporkan adanya dugaan beli proyek jalan di Bumi Tegar Beriman ini kepada bagian pengaduan masyarakat (Dumas) KPK.

"Silahkan saja laporkan kasusnya ke bagian pengaduan masyarakat KPK nanti kita akan telaah terlebih dahulu informasi dan bukti yang masuk. Apakah bisa masuk ke bagian penyelidikan KPK sehingga menjadi bahan penyelidikan atau tidak," kata Priharsa, Selasa (27/1/2015).

Menurut Priharsa, setelah ditelaah kasusnya, bisa juga kasusnya tetap ditangani penyidik Polri namun dalam koordinasi dan supervisi dari KPK.

"Jadi walaupun ditangani Polda Jawa Barat kasusnya tetap berjalan. Ini sesuai dengan fungsi koordinasi dan supervisi KPK terhadap institusi Polri maupun kejaksaan, " timpal Priharsa
Topic revision: r1 - 04 May 2016 - 09:00:37 - ObarMumun
 

This site is powered by FoswikiCopyright © by the contributing authors. All material on this collaboration platform is the property of the contributing authors.
Ideas, requests, problems regarding Foswiki? Send feedback